Selamat Datang di IT Center Garut

Bersama kami disini tempat berbagi ilmu pengetahuan dan Teknolgi Informasi, Silahkan Bergabung di Komunitas kami Disini Untuk Berbagi ilmu dan pengalaman Anda

Pembuatan dan Instalasi Warnet Murah

Kami Siap dan Melayani Pembuatan dan Instalasi Warnet dengan harga murah dan kompetitip serta bisa Negosiasi sesuai kebutuhan Anda Khusus di wilayah Garut Jabodetabek dan Jawa Barat

Pembuatan Website Dengan Harga Murah

Kami juga menyediakan jasa pemrograman berbasis web (web programing) bagi Anda yang membutuhkan Aplikasi apapun untuk menunjang kelancaran usaha/bisnis serta Instansi dan Perusahaan Anda

Blogger Profesional yang Murah

Kami Siap melayani Pembuatan Blogger dan Wordpress Murah Serta Design yang Profesional Sesuai dengan Kebutuhan Anda dengan Harga Super murah serta pengerjaan yang singkat dan cepat.

Template Website CMS dan Bisnis Murah

Kami Menyediakan Template website siap pakai yang Murah untuk keperluan bisnis dan pemasaran Perusahaan atau instansi, Dengan Design Yang Profesional

Showing posts with label Ilmu Manajemen. Show all posts
Showing posts with label Ilmu Manajemen. Show all posts

Robert Owen 1771-1858 (seri tokoh Menejemen)

Perkembangan teori menejemen tidak bias lepas dari beberapa tokoh yang menyertainya. Tokoh-tokoh tersebut adalah mereka yang mempunyai andil besar dalam mengeksplorasi dan mengembangkan konsep menejemen sehingga dapat menjadi sebuah konsep dan teori yang apliaktif. Namun sampai detik ini pula belum ada suatu teori yang bersifat umum yang berlaku pada berbagai situasi dan kondisi, setiap teori hanya dapat diterapkan pada masalah yang berbeda-beda.
Dalam posting kali ini, saya akan berusaha menampilkan siapa saja tokoh menejemen yang pemikirannya dianggap sebagai rujukan dalam ilmu menejemen. Terdapat tiga aliran yang membagi gaya dan konsep pemikiran menejemen pada tiap tokohnya; aliran klasik, aliran neoklasik, dan aliran modern. Untuk posting kali ini, dimulai dari aliran klasik dengan tokohnya yang pertama, Robert Owen.

Tokoh Menejemen Aliran Klasik

Robert Owen (1771-1858)

Robert Owenlah orang yang mula-mula memperkenalkan teori manajemen personalia. Dia berfokus pada dua faktor penting yang dapat mempengaruhi kelancaran sebuah kerangka kerja, yakni faktor produksi mesin dan faktor produksi tenaga kerja. Dengan mengadakan perawatan pada dua faktor tersebut, sebuah mekanisme kerja akan berjalan dengan baik dan lancer. Mengadakan perawatan mesin akan memberikan keuntungan begitu pula perhatian kepada pada tenaga.Kompensasi, asuransi kesehatan, tunjangan dan lainnya oleh pimpinan perusahaan adalah bentuk-bentuk perhatian perusahaan yang dapat meminimalisir konflik dan memperlancar perusahaan.
Menurut Robert Owen
meningkatkan kondisi kerja di pabrik, menaikkan usia minimum kerja bagi anak-anak, mengurangi jam kerja karyawan, menyediakan makanan bagi karyawan pabrik, mendirikan toko-toko untuk menjual keperluan hidup karyawan dengan harga layak dan berusaha memperbaiki lingkungan hidup tempat karyawan tinggal.
Dalam bahasa teorinya, pandangan Owen ini bisa dirumuskan menjadi:
Kuantitas dan kualitas hasil pekerjaan dipengaruhi oleh situasi ekstern dan intern pekerjaan.

Charles Babbage 1792-1871 (seri tokoh menejemen)

Charles Babbage memiliki konsep pemikiran yang berbeda dengan prinsip-prinsip menejemen Robert Owen. Dia berpendapat bahwa dengan mengaplikasikan prinsip-prinsip ilmiah pada proses kerja dapat menaikkan produktivitas dari tenaga kerja dan menurunkan biaya. Hal ini didasari oleh efektifitas pengalaman dan pendalaman terhadap suatu bidang oleh pekerja sehingga pekerjaan dapat dilakukan secara efektif dan efisien.
Charles Babbage berfokus dalam hal pembagian kerja (division of labour) yang memiliki beberapa keunggulan, yaitu: waktu yang diperlukan untuk belajar dari pengalaman-pengalaman yang baru, harus ada spesialisasi dalam pekerjaan.
Ada banyak waktu yang terbuang bila seseorang berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain dan orang tersebut harus menyesuaikan kembali pada pekerjaan barunya sehingga menghambat kemajuan dan ketrampilan pekerja). Kecakapan dan keahlian seseorang bertambah karena seseorang pekerja bekerja terus-menerus dalam tugasnya, adanya perhatian pada pekerjaannya sehingga dapat meresapi alat-alatnya karena perhatiannya pada itu-itu saja.
Charles Babbage mengembangkan prinsip efisiensi dalam pembagian tugas dan perkembangan prinsip-prinsip ilmiah. konsep ini dapat memudahkan menejemen untuk menganalisis efektifitas bidang kedja sebuah perusahaan. Menejemen dapat menentukan seorang manajer, fasilitas, bahan, dan tenaga kerja yang sesuai (efektif) untuk mendapatkan hasil yang sebaik-baiknya.
Selain efisiensi dan prinsip pengetahuan, Babbage juga memperhatikan faktor manusia, dia menyarankan sebaiknya ada semacam sistem pembagian keuntungan antara pekerja dan pemilik pabrik, sehingga para pekerja memperoleh bagian keuntungan pabrik, apabila mereka ikut menyumbang dalam peningkatan produktivitas.
Charles Babbage lah yang menyarankan bahwa para pekerja selayaknya menerirna pembayaran tetap atas dasar sifat pekerjaan mereka, ditambahkan dengan pembagian keuntungan, dan bonus untuk setiap saran yang mereka berikan dalam peningkatkan produktivitas.

Frederick Winslow Taylor (1856 - 1915)

Frederick Winslow Taylor (1856 - 1915) berfokus pada analisis alur kerja sampai mendapatkan sintesis untuk peningkatan produktivitas tenaga kerja. Karena ini, teori tersebut lebih dikenal dengan teori scientific management. Taylor percaya bahwa keputusan berdasarkan tradisi dan aturan-aturan praktis harus diganti dengan prosedur yang tepat, yang dikembangkan setelah mempelajari kinerja individu ditempat kerja. Taylor mengemukakan empat Prinsip Scientific Management, yaitu :

Empat Prinsip Scientific Management

  • Menghilangkan sistem coba-coba dan menerapkan metode-metode ilmu pengetahuan sisetiap unsur-unsur kegiatan.
  • Memilih pekerjaan terbaik untuk setiap tugas tertentu, selanjutnya memberikan latihan dan pendidikan kepada pekerja.
  • Setiap petugas harus menerapkan hasil-hasil ilmu pengetahuan di dalam menjalankan tugas
  • Harus menjalin kerja sama yang baik antara pemimpin dengan pekerja. Dalam menerapkan ke-empat prinsip ini, beliau menganjurkan perlunya revolusi mental di kalangan manajer dan pekerja.

Prinsip Dasar Pendekatan Ilmiah ala Taylor

  • Adanya ilmu pengetahuan yang menggantikan cara kerja yang asal-asalan.
  • Adanya hubungan waktu dan gerak kelompok. 
  • Adanya kerja sarna sesama pekerja, dan bukan bekerja secara individual. 
  • Bekerja untuk hasil yang maksimal. 
  • Mengembangkan seluruh karyawan hingga taraf yang setinggi-tingginya, untuk tingkat kesejahteraan maksimum para kaayawan itu sendiri dan perusahaan. 
Dalam melakukan management analysis, Taylor menyatakan bahwa setiap manajer mempunyai tugas untuk melakukan analisis tersebut, untuk mengetahui hal yang terbaik melalui analisis, observasi dan percobaan-percobaan. Untuk percobaan, Tylor juga memperkenalkan beberapa variable yakni; time and motion study, organisasi fungsional dan the taylor differential rate system.

Henry Laurence Gantt (1861 - 1919) Seri Tokoh Menejemen

Tiga tokoh teori menejemen yang telah dibahas terdaulu tentang Robert Owen dan Charles Babbage, dan Frederick Winslow Taylor, telah menambah wawasan kita tentang ilmu menejemen. Saat ini kita akan melanjutkan pembahasan mengenai tokoh menejemen yang masih dalam kelompok pemikir klasik, yakni Henry Laurence Gantt (1861 - 1919).

Henry Laurance Gantt (1861 - 1919)

Salah satu tokoh menejemen (management) yang menarik banyak kalangan pemerhati masalah menejemen adalah Henry Laurence Gantt. Mengapa begitu? Henry Laurence Gantt mempunyai ide-ide tentang bagaimana memberikan penghargaan yang setimpal pada setiap hubungan kemanusiaan dalam sebuah perusahaan. Pemikiran Gantt ini lebih dikenal dengan sistem bonus, yakni sistem bonus harian dan bonus ekstra untuk para mandor.
Gantt juga memperkenalkan sistem Charting yang terkenal dengan Gantt Chart.
Ia menekankan pentingnya mengembangkan minat hubungan timbal balik antara manajernen dan para karyawan, yaitu kerja sarna yang harmonis. Gantt beranggapan bahwa unsur manusia sangat penting sehingga menggarisbawahi pentingnya mengajarkan, mengembangkan pengertian tentang sistem pada pihak karyawan dan manajemen, serta perlunya penghargaan dalam segala masalah manajemen. 
henry laurence ganttMetode Henry Laurance Gantt  yang terkenal adalah metode grafis dalam menggambarkan rencana-rencana dan memungkinkan adanya pengendalian manajerial yang lebih baik. Dengan menekankan pentingnya waktu maupun biaya dalam merencanakan dan rnengendalikan pekerjaan. Secara teknis, Gantt menemukan cara-cara terbaik dalam sebuah bagan untuk menjadi landasan dalam memberikan sistem penghargaan tersebut, salah satunya adalah teknik peloporan modern seperti PERT (Program Evaluation and Review Techique).

Memahami Istilah Menejer dan Tingkatannya

Menejer atau terkadang orang mengatakan manajer, adalah kata yang tidak asing bagi kita, apalagi bagi sebagian orang yang berada dalam bidang kerja. Namun tidak sedikit pula yang tidak memahami istilah tersebut secara mendalam, atau tahunya hanyalah atasan. Dalam ulasan ini, mari kita coba pahami definisi menejer, serta ada berapa sih tingkatan menejer itu?

Istilah Menejer

Definisi dari istilah Menejer adalah siapa saja yang bertanggung jawab untuk melaksanakan aktivitas utama dalam sebuah menejemen. Apa aktivitas utama tersebut? Pada beberapa literatur, aktivitas utama dibagi menjadi empat bagian, yang memang merupakan tugas-tugas pokok seorang menejer, yakni:
  1. Merencanakan
  2. Mengorganisasikan
  3. Memimpin
  4. Mengendalikan
Selain empat tugas utama tersebut, masih banyak tugas-tugas dan fungsi lain sesuai dengan klasisfikasi yang lebih detail. Hal ini berhubungan dengan perbedaan tingkat dan cakupan kegiatan organisasi. Dalam kesempatan yang lain saya harap bisa menuliskan beberapa peran lain tersebut. Atau pembaca pun dapat berinteraksi dengan menuliskan pendapatnya dalam komentar.
Saat ini kafeilmu.co.cc berfokus pada tingkat menejer, untuk dapat merinci kompleksitas peran menejer berdasarkan tingkat peran yang dia emban.
Dalam klasifikasi dasar, menejer mempunyai tiga tingkat peran, yakni:

Menejer lini pertama

adalah tingkat paling rendah dalam sebuah organisasi dimana menejer bertanggung jawab atas pekerjaan orang lain.  Menejer ini bertugas mengarahkan karyawan non-menejemen; menejer tersebut tidak mengawasi menejer yang lain. Contoh dari menejer lini pertama adalah foreman atau supervisor produksi dalam sebuah pabrik.

Menejer Menengah

pada tingkat ini, menejemen mencakup lebih dari satu tingkat dalam sebuah organisasi. Menejer menengah mengarahkan kegiatan menejer dari tingkat yang lebih rendah bahkan kadang-kadang langsung pada karyawan operasional. Tanggung jawab dan prinsip kerja menejer menengah adalah mengarahkan aktivitas yang mengimplementasikan kebijakan organisasi dan menyeimbangkan permintaan dari menejer mereka dengan kapasitas karyawan.  Sebagai contoh, Pak Agus adalah menejer menengah, dia mendapatkan laporan dari Pak Suto yang seorang foreman, namun Pak Agus juga bertanggung jawab untuk melaporkan kepada Pak Budi atasannya.

Menejer Puncak

mereka bertanggung jawab untuk menejemen keseluruhan dari sebuah organisasi. Bahasa kerennya sekarang adalah para eksekutif. Mereka menetapkan kebijakan operasional sebuah organisasi dan pedoman interaksi organisasi. Biasanya mempunyai jabatan chief executive officer.
Semoga ulasan sederhana ini cukup mempermudah kita memahami istilah menejemen. Kafeilmu mengharap kita bisa saling membagi pengetahuan, masukkan pendapat anda agar wacana dan pengetahuan kita semakin tersebar dan menggugah semangat belajar. Semoga bermanfaat!

Pentingnya Ergonomi Untuk Perusahaan

Sekilas Tentang Ergonomi

Perubahan waktu telah merubah manusia dari keadaan primitif menjadi manusia modern. Disini manusia berusaha beradaptasi menurut situasi dan kondisi lingkungannya, hal ini dapat dilihat dari perubahan – perubahan dari rancangan alat yang dipergunakan manusia untuk menaklukkan alam sekitarnya. Banyaknya bukti yang menunjukkan perbuatan manusia untuk menyesuaikan diri dengan kondisi yang pada dasarnya hal ini akan menunjukkan tingkat kebudayaan mereka yang berkembang dari waktu ke waktu.
Tujuan pokok manusia untuk selalu mengadakan perubahan dengan membuat kondisi fisik kerja yang tentram, selamat, aman dan menyenangkan yang nantinya akan mencapai produktifitas yang tinggi serta dapat bertahan selama jangka waktu yang panjang.
Untuk itu dengan perlengkapan operator yang makin maju dan canggih, maka operator yang menangani perlengkapan tersebut akan mengalami kewalahan. Karena hal tersebut untuk mengetahui keterbatasan prestasi dan kapasitas orang yang bekerja yang bermula dengan K.H.F. Murrell sebagai pelopor, yang diikuti oleh banyak ahli lintas disiplin dan fisiologi, psikologi, kesehatan industri, perancang teknik, arsitektur, dan sebagainya maka lahirlah ilmu baru yang dinamakan ERGONOMI yaitu disiplin ilmu yang mempelajari perancangan alat dan fasilitas kerja yang memperhatikan aspek manusia sebagai pemakainya.

Pengertian Ergonomi, Apa sih Ergonomi itu?

Ergonomi berasal dari bahasa Yunani, yang terdiri dari kata ergos yang berarti bekerja dan nomos yang berarti hukum alam. Pada dasarnya ergonomi adalah suatu cabang ilmu pengetahuan yang sistematis untuk memanfaatkan informasi-informasi mengenai sifat, kemampuan, dan keterbatasan manusia untuk merancang suatu sistem kerja sehingga orang dapat hidup dan bekerja pada sistem tersebut dengan baik yaitu untuk mencapai tujuan yang diinginkan melalui pekerjaan itu dengan efektif, efisien, aman dan nyaman.
Di beberapa negara ilmu ini dikenal mempunyai beberapa istilah, di Amerika istilah ini dikenal dengan Human Factor Engineering demikian pula banyak istilah praktis mempunyai maksud yang sama seperti Biomekanik, Bioteknologi, Engineering Physykology, Albelt Swissensschft (Jerman).
Fokus dari ergonomi adalah yang berkaitan dengan aspek manusia di dalam perancangan “Man-Made Object” fasilitas lingkungan kerja.

 

Tujuan utama dari ergonomi adalah:

  • Memperbaiki performansi kerja manusia, seperti menambah ketepatan kerja dan mengurangi energi yang berlebihan serta mengurangi kelelahan.
  • Mengurangi waktu pelatihan dan biaya.
  • Memperbaiki pendayagunaan sumber daya manusia melalui peningkatan ketrampilan (skill) yang diperlukan.
  • Mengurangi waktu yang terbuang sia-sia dan meminimalkan kerusakan peralatan yang disebabkan human error.
  • Memperbaiki kenyamanan manusia dalam bekerja.
Dengan demikian tujuan ergonomi adalah menimbulkan efektifitas fungsional dan kenyamanan pemakaian dan kenyamanan pemakaian dari lingkungan kerja yang dirancang.
Pendekatan khusus yang dilakukan dalam disiplin ilmu ergonomi adalah aplikasi yang sistematis dari segala informasi yang relevan dan berkaitan dengan karakteristik perilaku manusia di dalam perancangan peralatan, fasilitas dan lingkungan kerja yang dipakai.
Untuk itu analisis penelitian ergonomi meliputi hal-hal yang berkaitan dengan:
  • Anatomi (struktur), fisiologi (cara bekerja) dan antropometri (ukuran) dimensi tubuh manusia.
  • Psikologi yang fisiologis mengenai berfungsinya otak dan sistem saraf yang berperan dalam tingkah laku manusia.
  • Kondisi-kondisi kerja yang dapat mencederai baik dalam waktu pendek maupun panjang dan sebaliknya kondisi-kondisi kerja yang dapat membuat nyaman kerja manusia.
  • Dengan memperhatikan hal-hal tersebut di atas maka penelitian-penelitian dan pengembangan ergonomi akan memerlukan dukungan dari berbagai disiplin ilmu seperti psikologi, antropologi, anatomi dan teknologi. Sritomo Wigyosoebroto (1995;59).
Pendekatan khusus yang ada dalam ilmu ergonomi adalah aplikasi yang sistematis dari segala informasi yang relevssan yang berkaitan dengan karakteristik perilaku manusia di dalam perancangan alat dan lingkungan kerja yang dipakai.

Ergonomi dikelompokkan menjadi 4 bidang penyelidikan yaitu:

Penyelidikan tentang tampilan (display)
Tampilan adalah suatu perangkat (interface) yang mampu menyajikan informasi tentang keadaan lingkungan dan mengkomunikasikan kepada manusia dalam bentuk tanda-tanda, angka, lambang, dan sebagainya.
Penyelidikan tentang kekuatan fisik manusia
Penyelidikan ini mengukur kekuatan serta ketahanan fisik manusia pada saat bekerja. Penyelidikan ini juga mempelajari obyek serta peralatan yang sesuai dengan kemampuan fisik manusia pada saat melakukan aktifitasnya.
Penyelidikan tentang ukuran tempat kerja
Penyelidikan ini bertujuan untuk mendapatkan perancangan tempat kerja manusia yang sesuai dengan ukuran tubuh manusia.
Penyelidikan tentang ukuran kerja.
Penyelidikan ini meliputi penyelidikan tentang kondisi fisik lingkungan dan fasilitas kerja. Sebagai contoh adalah pengaturan cahaya, kebisingan, temperatur dan lain sebagainya.

Bagaimana Cara Merancang Fasilitas Kerja

Perancangan fasilitas kerja pada perusahaan yang dapat memenuhi syarat saat dioperasikan harus memiliki penampilan yang baik, memenuhi standart performance yang ditetapkan, tingkat keandalan yang cukup tinggi, sedang optimal penggunaannya tergantung pada aktivitas tenaga kerja untuk memanfaatkan rancangan fasilitas kerja tersebut.
Dua prinsip aplikasi konsep Human Integrated Design yang digunakan dalam merancang fasilitas kerja yaitu :
  1. Seorang perancang fasilitas kerja harus menyadari benar bahwa faktor manusia akan menjadi kunci kesuksesan dalam penggunaan rancangan fasilitas kerja.
  2. Perlu juga menyadari bahwa setiap produk akan memerlukan informasi-informasi yang mendetail dari semua faktor yang terkait dalam setiap proses perancangan.
Sritomo Wignjosoebroto (Makalah Seminar Nasional Ergonomi, 1997) menyatakan bahwa : esensi dasar dari pendekatan ergonomi dalam proses perancangan fasilitas kerja adalah memikirkan kepentingan manusia pada saat-saat awal tahapan perancangan, fokus perhatian dari kajian ergonomis akan mengarah kepada “Fitting The Task to the Man” yang berarti bahwa rancangan yang di buat akan dipergunakan / dioperasikan oleh manusia.
Design
Studyes mengatakan bahwa desain bagi para peneliti dan perancang harus memenuhi kebutuhan dengan efek maksimum yang mengikuti perkembangan journal-journal tentang manajemen rancangan, metode desain dan partisipasi dalam perencanaan.

Hal-hal Yang Dapat Mempengaruhi Perancangan Fasilitas Kerja

aspek-aspek rencana kerja
Skema Aspek-Aspek yang akan Mempengaruhi Perancangan Fasilitas Kerja Sumber : Wignjosoebroto (2000)
Perancangan fasilitas kerja dapat dipengaruhi beberapa aspek yang berasal dari berbagai disiplin ilmu (spesialisasi) keahlian yang ada
Bagaimana Cara Mengukur Produktifitas Kerja
Produktivitas kerja merupakan suatu hal yang sangat berkaitan dengan efektivitas dan efisiensi kerja, produktivitas sering diidentifikasikan dengan efisiensi dalam arti suatu ratio antara output dan input. Ukuran efisiensi dan produktivitas manusia umumnya berbentuk keluaran yang dihasilkan kegiatan kerja berbanding lurus dengan waktu kerja yang diberikan sebagai sumber masukan untuk pendapatan per-unit produk. Definisi dan pengertian produktivitas adalah selalu berkaitan erat dengan pengertian sistem produksi yang dipengaruhi oleh faktor-faktor:
  1. Tenaga kerja
  2. Modal / kapital (mesin, peralatan kerja, bahan baku, bangunan pabrik)
  3. Metodologi kerja dan pengaturan organisasi
  4. Motivasi kerja
Berdasarkan uraian diatas produktivitas dapat di rumuskan sebagai berikut:
Produktifitas = clip_image003
Sritomo Wignjosoebroto,( 1995).

Efisiensi Kerja Sesuai Kemampuan dan Keterbatasan

Karena adanya kenyataan bahwa saat melakukan kerja, fisik dari seseorang banyak terlibat di dalamnya, maka sebaiknya dihindari hal-hal seperti: beban statis, sikap kerja atau postur yang berlebihan, penggunaan tenaga secara berlebihan, serta konsentrasi beban kerja hanya bekerja pada sejumlah bagian otot saja, hal ini akan memberikan efisiensi kerja fisik. Begitu juga dengan kerja mental usahakan agar beban ditekan sekecil-kecilnya, bahkan apabila mungkin kita hilangkan.
Sejumlah konsep dasar perancangan yang ergonomis dapat diartikan sebagai berikut:
  • Manusia bervariasi
  • Manusia semakin berpendidikan
  • Manusia menginginkan untuk menyampaikan pendapatnya
  • Kesehatan dan keamanan adalah penting
  • Transportasi dan komunikasi menyebabkan dunia semakin kecil
  • Mesin-mesin dan teknologi semakin canggih
  • Terdapat spesialisasi kerja
  • Pekerjaan-pekerjaan semakin berhubungan
Apabila kita amati butir nomor satu di atas, kelihatannya bahwa pada dasarnya suatu desain atau perancangan ditujukan pada manusia yang memiliki karakteristik yang berbeda-beda satu sama lain. Sebagai contoh dapat kita ambil ukuran tubuh manusia. Ada ukuran yang pendek adapula yang tinggi. Ada yang kurus, ada pula yang gemuk.
efisiensi kerja fisikDalam melakukan desain atau perancangan sistem kerja yang ergonomis, ada beberapa hal bagaimana cara meminimalkan beban agar mudah dikerjakan yaitu:
  1. Melakukan pekerjaan lebih dari satu orang.
  2. Menggunakan tempat yang lebih kecil dari sesungguhnya.
  3. Jika memungkinkan menggunakan proses mesin.
  4. Lebih sering gunakan mesin dari pada pekerja untuk memindahkan beban diantara permukaan agar rata.
  5. Rubah pekerjaan dari arah memutar ketempat yang terendah untuk dipindahkan setelah itu ditarik yang kemudian didorong.
  6. Gunakan handle atau pengait yang serupa agar memudahkan dalam bekerja untuk meletakkan bahan pada posisi yang benar agar mudah dipindahkan.
  7. Kurangi beban pada kontener untuk memindahkan barang.
  8. Untuk menghindari cacat produksi usahakan isi dari kontener tetap stabil.
  9. Bentuk dari wadah harus sesuai dengan tempat yang ada.
  10. Sesuaikan permukaan bidang kerja agar kontener dapat bergerak lancar.
Konsep dasar serta prinsip-prinsip di atas ini, sudah seharusnya kita gunakan di dalam melakukan suatu sistem perancangan sistem kerja, agar sistem manusia mesin berjalan sebaik mungkin.